Selasa, 03 November 2015

"me time" mom!

sempat membaca sebuah artikel tentang "me time", waktu spesial bagi seseorang, dalam hal ini adalah ibu rumah tangga, untuk menikmati apa yang ingin dan suka  ia lakikan. dalam artikel tersebut seorang ibu rumah tangga membutuhkan "me time" ini untuk sejenak beristirahat, merasa santai dr seluruh beban rumah tangga yg ia rasakan, termasuk anak anaknya. dalam artikel tersebut seorang ibu rumah tangga dapat meminta ijin suami untuk seharian menitipkan anak untuk bersenang senang kemudian, dicontohkan untuk hang out, salon, spa dan apalah teman temannya.
sungguh "me time" sangat penting, saya telah membuktikkannya. tidak, tidak, jangan terlalu muluk dengan hang out atau spa dan salon ( tak terbayangkan kalau sy menitipkan anak seharian pd suami untuk minta ijin hang out, bisa bisa saya dibalas hang out yang lainnya berabe kann..) cukup di sela sela tidur keduanya (si mas dan si adek) atau bahkan cukup si masnya sj yg bobok, lalu menikmati segelas kopi atau es cappucino dengan gorengan atau camilan lainnya plus hape dan running man jangan lupa😀ahhh itu sudah cukup saya rasa.
keampuhan "me time" ini saya buktikan. seminggu kemarin sebelum me-me time-kan diri, arrrggghhh, tiap pagi setelah babenya berangkat pasti terjadilah pertempuran sengit dan sangat seru antarkami bertiga. di sana perang urat syaraf benar benar terjadi, saya benar kehilangan kendali. baru dua hari kemarin karena pusing harus bagaimana saya coba tidak memikirkan pekerjaan rumah apapun yang harus saya selesaikan, saya cukup beli es dan seplastik gorengan lalu menikmati runningman yg sempat teronggok di laptop. wow. keesokan harinya saat sy hrs have another batlle, I'm ready dan tidak terbawa emosi, saya hanya meninggikan suara karena dibutuhkan, agar si mas tahu mana yg boleh mana yang tidak. dan alhamdulillah, pagi ini pun another battle bahkan si mas lebih meraung lg, tp sy bs menghadapinya dg kepala sangat dingin, bahkan sy bs berfikir apa yg boleh dan tidak boleh saya lakukan, apa akibat jk sy lakukan dan apakah worthed jk sy lakukan.
dan setelahnya saya pun siap menghadapi pagi pagi selanjutnya, dengan segelas kopi atau es dan gorengan atau camilan yg lainnya. saya siap demi generasi penerus bangsa yg lebih baik tiap harinya.💪😊

Rabu, 23 September 2015

shalat ied, gagal fokus

judulnya shalat ied, gagal fokus. di pinggir shaf mengamati para jamaah yg brdatangan saya berdiri sembari menggendong si adek. yang membuat (sangat) janggal adalah banyaknya batita bahkan balita memegang dot! sangat aneh bukan, jika menengok agak ke belakang saya tidak ingat pernah memegang dot sambil bermain apalagi sambil sholat. hmmm tampaknya para produsen susu sukses membentuk cara pandang baru hampir banyak orang yang lebih mengerikan adalah secara jangka panjang. sekarang saya lihat mgkn 5 sampai 10 anak memegang dot disekeliling saya, bisa jadi lima tahun lg 50 atau bahkan semua anak yg ikut shalat ied pegang dot. bayangkan jika anak anak maen bola sambil pegang dot, eh tidak ada yg maen bola lg deng, paling banter anak anak di depan tv sambil pegang hape dan ngedot, ngeri to yo....

Jumat, 28 Agustus 2015

hidup itu pilihan


ahh hari ini bicara tentang ambisi. ya hari ini mendapatkan kabar seorang teman (lagi) yang akan berangkat ke jepang (lagi). pengen? tentu kawan. bagaimana tidak, pasti sangat membanggakan. membahagiakan orang tua, dibanggakan mertua, disanjung tetangga, alangkah indahnya.
hahaha, bukan ngiri ya. namun begitulah hidup, hidup adalah tentang memilih. memilih mana yang menurut saya terbaik. hidup adalah menerima, menerima apa yang telah dikaruniakan pada kita dan menjaganya. hidup adalah pengorbanan, berkorban demi yang dicinta dan demi bahagia.
di sinilah rancunya. arti pengorbanan bagi setiap orang berbeda. ada yang mengartikan, berkorban dengan meninggalkan yang dicinta demi cita cita adalah pengorbanan. ada yang mengartikan (yang ini golongan saya) bahwa merelakan cita demi yang dicinta dalah berkorban. semuanya sah, tidak ada yang salah karena hidup adalah tentang memilih, dan memilih adalah sepenuhnya hak pemilih. ini pilihanku, mana pilihanmu?

Minggu, 23 Agustus 2015

full time mom

itulah mengapa seharusnya seorang ibu rumah tangga harus punya selingan. bukan selingan yang menyibukkan tentunya, cukup selingan yang membuatnya merindukan kembali tangis anak anaknya. membuat akal sehatnya kembali bekerja, dan kembali rela meleburkan diri, menikmati kembali waktu jungkir baliknya.
namun kembali lagi, sebagai seorang full time mom akan sulit sekali sejenak melupakan kebutuhan anak anaknya. sebut saja waktu liburan ke resort kemarin. haduh, pemandangan yang begitu indah, laut biru, ombak berdeburan dengan buih putihnya, bila saja bisa sejenak menikmatinya atau sejenak saja tertidur dalam dekapnya, alangkah nikmatnya. tetapi saya adalah full time mom. baru tiba saja, saat semua orang menikmati kemlongoannya, saya sudah sibuk menenangkan si bayi yang heboh, kaget liat laut kali. saat si masnya sudah bangun dan ingin berjalan jalan, di tengah jalan pun yang namanya ibu tidak lepas kepikiran apakah si bayi bangun kelaparan. endingnya, malem malah adem panas, saat dua duanya sudah angler dalam tidur, saya pun segera menyusul, lelap.
andai seorang full time mom dapat sebentar saja melupakan bahwa dia adalah seorang ibu, dapat menikmati waktu sebagaimana 24 jam mestinya. andai saja, tapi tak bisa.

ditulis setelah nyebokin si bayi yang lagi pup saat si masnya lagi nangis. pilih yang mana, dilema. kuat kuatan mental.

Minggu, 09 Agustus 2015

battle of hamil, melahirkan dan pasca melahirkan

ahh sudah hampir setahun lah ya.. sejak postingan terakhir.. banyak.. buuaaanyaaak yang terjadi. mulai dari telat datang bulan, ternyata beneran hamil dan sampe melahirkan 20 juni kemaren.
sebenarnya, vakumnya tulos menulis bukan karena hamil ya.. tapi lebih karena alasan teknis. pertama, dulu buka blog harus pke laptop (sekarang pake telpon pintar? iyalaaah), dan saat itu si mas iro lagi gandrungnya sama laptop buat nonton teletubbies serial kesayangan, alhasil tiap buka laptop berakhir dengan nyetel teletubbies. oohh.
trus kemaren juga sempat punya telpon pintar pertama, udah ngebet banget buat nulis di blog, apa daya si telpon pintar gak terlalu pintar buat download si blog app, mau download di kantor empak dg kecepatan okeh punya selalu aja ada alasannya, sampe dengan senin karen empak tersayang k pekanbaru dan pulangnya bawa nih telpon yang benar benar pintar, alhamdulillah akhirnya keturutan juga buat ngeblog.
kembali lagi k perkara hil yang mengejutkan, yup, mengejutkan, alias tidak kami rencanakan. pada oktober, saat telat datang bulan pertama masih santae karena karen karen jg sempat telat datang bulan. masuk november, masih berharap datang bulan, secara si mas ironya saat itu baru 14 bulan.. secara rencana kami penginnya antaranak berjarak 3 tahun. ternyataAllah memang berkehendak lain, desember tetep tidak datang bulan, dan memang sudah waktunya testpack. oke harus mempersiapkan hati dan mental agar tidak terjadi perasaan prematur terhadap adek tersayang nanti.
testpack done, dan ternyata benar hasil positif! waktunya persiapan hati untuk mberitahu seluruh keluarga. hal yang sulit. ya sangat sulit bagi saya, so sensitif. namun alhdulillah penerimaan seluruh keluarga baik, yaa kecuali satu orang yang pedas, tapi ya sudahlah, we know how she does. persiapan hati, mental, keluarga selesai, waktunya persiapan disik. ya hamil sengan satu batita tentu membutuhkan energi lebih dibanding kehamilan sebelumnya. sempat grogi bahlan berprasangka buruk awalnya, kalau kalau fisik ini gal bisa diajak kompromi, tapi alhdulillah, memang Allah tidak memberikan cobaan di luar kemampuan kita. luar biasa, saya diberi kekuatan yang jauh super besar untuk menjalani ini semua. no mual, no muntah, no manja manjaan. bisa gendong iro sampe h-1 lahiran, bisa ke pasar sampe h-1 lahiran, motoran 2x sehari sampe h-1 lahiran. alhamdulillah. semuanya berjalan luar biasa. untuk hari lahiran kita bahas di post selanjutnya yaaa, masih pengin nerusin tidur walo masjid udah ngaji😁

Kamis, 20 November 2014

14 Bulan 24 Hari

Alhamdulillah, akhirnya berani juga. 
Minggu sore, 19 Oktober 2014 sehari sebelum pelantikan presiden ke-7 kami, Supermi mencobakan Walker Assistant (WA) kepada Iro kami tersayang. Sebelumnya saya sudah pernah mencobakan si WA padanya tetapi dia menolak tak mau jalan pake si WA. Alhasil saya sudah pasrah kalau WA yang telah kami beli sejak Iro berusia 6 bulan bakal nganggur sampai target yang lain datang. Eh tak tahunya sore itu dia mau saat dipakaikan oleh appaknya. Lebih membahagiakan lagi, saat dia tetap berjalan saat si WA dilonggarkan alias tanpa dipegangi lagi.  Esok harinya, kami ingin mengulangi kebahagiaan itu lagi eee malah anak kami tersayang balik persisten gak mau dipakaikan si WA. Ahhh ya sudah dulu lah, pelan-pelan.

Selasa, 21 Oktober 2014, setelah pelantikan presiden kami, ahhh...tiba-tiba saat saya punggungi (muka emak ngadep TV) dia berdiri lalu berjalan dengan sendirinya. Mbah Yo seperti biasa lebay...teriak!! Saya nengok dan kembali melantailah dia. Ternyata setelah penggunaan WA Iro jadi percaya bahwa tanpa dipegangi (tangannya) dia tetap bisa jalan. Alhamdulillah. Setelah kejadian itu beberapa kali kemudian dia berdiri sendiri, berjalan. Walaupun pergerakan sebagian besar tetap dengan berpegangan tangan.

Lihat bagaimana cara berjalannya??? Gayanya sama dengan yang nuntun =D

Minggu, 19 Oktober 2014

(bi)Steik(?)

Seperti biasa Sabtu adalah hari pengejewantahan semua mimpi =D. Kali ini (seperti biasa juga) mimpi Supermi adalah membuat (bi)steik(?). Seperti biasa lagi resep-resep yang bertebaran di inet terlalu tinggi level untuk mengejawantahkan mimpi kami, tetapi tidak untuk imajinasi kami jadi resep berikut ini ngarang juga seperti biasa.

Pertama bahan yang harus disiapkanterbagi atas

Bahan steik :
  1. Ayam sebagai bahan utama
  2. Tepung terigu sebagai campuran (biar jadi banyak steiknya)
  3. Telur sebagai perekat
  4. Bawang putih
  5. Bawang merah
  6. Merica bubuk
  7. Garam
  8. Margarin untuk memanggang
Bahan saos :
  1. Saos barbeque (sisa kemaren, gak habis-habis karena dosis pemakaian cukup sedikit saja, intensitas rasa saos barbeque ternyata sangat tinggi)
  2. Saos tomat
  3. Saos tiram
  4. Kecap (sedikit saja untuk menyeimbangkan rasa sesaosan)
  5. Bawang bombay
  6. Bawang putih
  7. Garam
  8. Merica
  9. Tepung tapioka untuk mengentalkan
  10. Air secukupnya
  11. Margarin untuk menumis
Tambahkan juga sayuran agar kebutuhan serat tetap terpenuhi, saya pakai wortel dan buncis.
(gambar rotinya harap diabaikan, rotinye buat bikin burger yang tidak saya bahas di halaman ini :)

Cara Kerja

Pembuatan Steik :
  • Haluskan ayam, bawang putih, bawang merah, tambahkan garam dan merica. 
    • Tambahkan terigu dan telur, aduk rata, untuk level ini Supermiku yang icip, setelah matang baru giliran saya.

    • Panaskan wajan dengan margarin secukupnya, menggunakan minyak goreng juga bisa tetapi saya menggunakan margarin agar steik yang dihasilkan lebih gurih. Seperti biasa saya memanfaatkan Happycall, pake wajan biasa tentu juga bisa tetapi persiapkan diri untuk lelengketan sana sini, asal siap mental mau masak pake apa saja pun oke =D
    • Menggunakan sendok masukkan adonan steik tadi, ratakan agar penampakannya tipis, selain agar cepat matang penampakan yang tipis juga lebih enak dipandang. Kalau masalah enak dimakan, asal memanggang dengan benar (tidak gosong ataupun kurang matang) maka rasa steik yang dihasilkan tetap layak konsumsi :)
    • Setelah mengering sisi bagian bawahnya steik dapat dibalik, bolak-balik hingga steik kecoklatan. Steik yang telah kecoklatan siap diangkat, siap ditiriskan dan siap dimakan (ini baru giliran saya icip).



    Pembuatan saos :
    Untuk yang satu ini sudah tidak sempat potret-memotret yaaa...sudah serius masak!
    • potong tipis bawang putih dan bawang bombay
    • panaskan margarin, masukkan bebawangan
    • masukkan saos barbeque (saya pakai 1 sdm), saos tomat, saos tiram
    • masukkan tepung tapioka yang telah dilarutkan dalam air
    • tambahkan gula, garam dan merica, icip-icip
    • setelah sesuai selera, biarkan sampai meletup-letup
    • angkat dan siap diguyurkan
    Berikut ini hasil akhirnya

    Selamat menikmati, salam BBC.