Jumat, 28 Agustus 2015

hidup itu pilihan


ahh hari ini bicara tentang ambisi. ya hari ini mendapatkan kabar seorang teman (lagi) yang akan berangkat ke jepang (lagi). pengen? tentu kawan. bagaimana tidak, pasti sangat membanggakan. membahagiakan orang tua, dibanggakan mertua, disanjung tetangga, alangkah indahnya.
hahaha, bukan ngiri ya. namun begitulah hidup, hidup adalah tentang memilih. memilih mana yang menurut saya terbaik. hidup adalah menerima, menerima apa yang telah dikaruniakan pada kita dan menjaganya. hidup adalah pengorbanan, berkorban demi yang dicinta dan demi bahagia.
di sinilah rancunya. arti pengorbanan bagi setiap orang berbeda. ada yang mengartikan, berkorban dengan meninggalkan yang dicinta demi cita cita adalah pengorbanan. ada yang mengartikan (yang ini golongan saya) bahwa merelakan cita demi yang dicinta dalah berkorban. semuanya sah, tidak ada yang salah karena hidup adalah tentang memilih, dan memilih adalah sepenuhnya hak pemilih. ini pilihanku, mana pilihanmu?

Minggu, 23 Agustus 2015

full time mom

itulah mengapa seharusnya seorang ibu rumah tangga harus punya selingan. bukan selingan yang menyibukkan tentunya, cukup selingan yang membuatnya merindukan kembali tangis anak anaknya. membuat akal sehatnya kembali bekerja, dan kembali rela meleburkan diri, menikmati kembali waktu jungkir baliknya.
namun kembali lagi, sebagai seorang full time mom akan sulit sekali sejenak melupakan kebutuhan anak anaknya. sebut saja waktu liburan ke resort kemarin. haduh, pemandangan yang begitu indah, laut biru, ombak berdeburan dengan buih putihnya, bila saja bisa sejenak menikmatinya atau sejenak saja tertidur dalam dekapnya, alangkah nikmatnya. tetapi saya adalah full time mom. baru tiba saja, saat semua orang menikmati kemlongoannya, saya sudah sibuk menenangkan si bayi yang heboh, kaget liat laut kali. saat si masnya sudah bangun dan ingin berjalan jalan, di tengah jalan pun yang namanya ibu tidak lepas kepikiran apakah si bayi bangun kelaparan. endingnya, malem malah adem panas, saat dua duanya sudah angler dalam tidur, saya pun segera menyusul, lelap.
andai seorang full time mom dapat sebentar saja melupakan bahwa dia adalah seorang ibu, dapat menikmati waktu sebagaimana 24 jam mestinya. andai saja, tapi tak bisa.

ditulis setelah nyebokin si bayi yang lagi pup saat si masnya lagi nangis. pilih yang mana, dilema. kuat kuatan mental.

Minggu, 09 Agustus 2015

battle of hamil, melahirkan dan pasca melahirkan

ahh sudah hampir setahun lah ya.. sejak postingan terakhir.. banyak.. buuaaanyaaak yang terjadi. mulai dari telat datang bulan, ternyata beneran hamil dan sampe melahirkan 20 juni kemaren.
sebenarnya, vakumnya tulos menulis bukan karena hamil ya.. tapi lebih karena alasan teknis. pertama, dulu buka blog harus pke laptop (sekarang pake telpon pintar? iyalaaah), dan saat itu si mas iro lagi gandrungnya sama laptop buat nonton teletubbies serial kesayangan, alhasil tiap buka laptop berakhir dengan nyetel teletubbies. oohh.
trus kemaren juga sempat punya telpon pintar pertama, udah ngebet banget buat nulis di blog, apa daya si telpon pintar gak terlalu pintar buat download si blog app, mau download di kantor empak dg kecepatan okeh punya selalu aja ada alasannya, sampe dengan senin karen empak tersayang k pekanbaru dan pulangnya bawa nih telpon yang benar benar pintar, alhamdulillah akhirnya keturutan juga buat ngeblog.
kembali lagi k perkara hil yang mengejutkan, yup, mengejutkan, alias tidak kami rencanakan. pada oktober, saat telat datang bulan pertama masih santae karena karen karen jg sempat telat datang bulan. masuk november, masih berharap datang bulan, secara si mas ironya saat itu baru 14 bulan.. secara rencana kami penginnya antaranak berjarak 3 tahun. ternyataAllah memang berkehendak lain, desember tetep tidak datang bulan, dan memang sudah waktunya testpack. oke harus mempersiapkan hati dan mental agar tidak terjadi perasaan prematur terhadap adek tersayang nanti.
testpack done, dan ternyata benar hasil positif! waktunya persiapan hati untuk mberitahu seluruh keluarga. hal yang sulit. ya sangat sulit bagi saya, so sensitif. namun alhdulillah penerimaan seluruh keluarga baik, yaa kecuali satu orang yang pedas, tapi ya sudahlah, we know how she does. persiapan hati, mental, keluarga selesai, waktunya persiapan disik. ya hamil sengan satu batita tentu membutuhkan energi lebih dibanding kehamilan sebelumnya. sempat grogi bahlan berprasangka buruk awalnya, kalau kalau fisik ini gal bisa diajak kompromi, tapi alhdulillah, memang Allah tidak memberikan cobaan di luar kemampuan kita. luar biasa, saya diberi kekuatan yang jauh super besar untuk menjalani ini semua. no mual, no muntah, no manja manjaan. bisa gendong iro sampe h-1 lahiran, bisa ke pasar sampe h-1 lahiran, motoran 2x sehari sampe h-1 lahiran. alhamdulillah. semuanya berjalan luar biasa. untuk hari lahiran kita bahas di post selanjutnya yaaa, masih pengin nerusin tidur walo masjid udah ngaji😁