Jumat, 10 Oktober 2014

Perkenalan

Bismillah...

Tidak ada kata terlambat untuk ngeblog.
Itu "ngelesan" saya untuk hari ini. Sangat uzur memang baru mulai ngeblog pada usia internet yang sudah semakin senja, tetapi karena tuntutan profesi apa daya harus saya jalani. Empat belas bulan 11 hari profesi sebagai ibu telah saya jalani, ternyata tidak mudah. Intensitas bicara semakin tinggi, berbanding terbalik dengan kerja otak yang semakin lambat sehingga saya membutuhkan media untuk menampung semua keinginan bicara saya dan keinginan tersebut tentunya semoga dapat tersesuaikan dengan kecepatan otak saya.

Sesuai judulnya, blog ini akan berisi cerita rumahan saya, tentang suami, anak dan semua sanak famili saya, so jangan beharap blog ini akan berisi tips untuk jadi kaya (saya juga mau itu:). Untuk itu mulai perkenalan ini saya juga akan memperkenalkan seluruh anggota keluarga saya (di luar diri saya ya):
  1. Supermi, suami super saya. Seorang pegawai negeri yang tentu saja super, mulai dari penampilan, tidak diperhatikan. Beliau berangkat ke kantor menggunakan sandal jepit, baru kemudian berganti sepatu saat sampai kantor, " kan tidak ada aturan yang mengatur saya harus pake sepatu saat berangkat kantor", begitu kilahnya. Padahal banyak orang mau kerja kantoran (pegawai) agar punya penampilan necis, dibilang pake sragam, pongah kiri kanan. Perkara sragam pun demikian, berangkat ke kantor berjaket agar sragam tidak terlihat. Cukup geleng kepala. Demikian dulu resume untuk suami saya, berita lebih lengkap insyaallah pada episode-episode berikutnya.
  2. Iro atau Iyyo panggilan "cute"nya, saya beri dobel "y" agar tidak sama dengan kata "iya" dalam bahasa jawa. Anak lelakiku yang usianya, berapa tadi??? yuuup 14 bulan 11 hari dengan kemampuan berceloteh ajaib, bagaimana tidak saat ditanya bagaimana suara ayam berkokok "ueeeng" adalah jawabnya. Pempes jadi "pa" dilafalnya, pus jadi "pu:", yang "nggledek" diucap adalah kata "mbah", bahkan kadang dilagukan, huft, bikin ngirikan?? apalagi kata "bu:" hanya diucap saat dia sedang menangis merengek sejadinya, T..T
  3. Mbahyo adalah nenek Iro yang baru berusia EMPAT PULUH ENAM TAHUN. Beban berat saya sebagai anaknya, pertama karena usia kami yang terpaut cukup dekat sama sekali tidak memberi keuntungan bagi saya di bidang penampilan, parahnya beliau memiliki paras cantik dan kulit yang sangat mulus yang tidak setitikpun menetes pada fenotip saya. Lebih parah lagi beliau awet muda!
  4. Ek Nyong adalah adik kandung saya yang melengkapi kegelisahan saya pada penampilan, karena dia CANTIK!!! Ya gen ibu saya yang cantik tadi terekspresikan padanya. Cukup sudah membahas kepedihan saya tentang fenotip, sekarang adik saya yang cantik (ups) itu sedang menuntut ilmu jauh dari kami sekeluarga, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Hanya pada-Nya kutitipkan segala harta hidupku.
Ahhh...demikianlah sekedar perkenalan, semoga membuka pintu bayangan apa yang akan saya ceritakan di blog ini,  jika tidak berkenan monggo angkat kaki. Salam BBC (Bersyukur, Berbahagia, Ceria).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar